Tampilkan postingan dengan label Balikpapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Balikpapan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 30 September 2015

Lucu, Sudah Tahu Jilbab itu Islami Koq Masih Ada Model Hijab Syar'i


Inilah jurus para pelaku pasar, sudah tahu kalau berhijab itu anjuran agama Islam dan tentu saja Islami, toh masih ada yang menawarkan mode hijab syar’i.

“Masuk-lah ke konter-konter penjualan jilbab, maka ada yang menawarkan begini: mencari model jilbab yang bagaimana? Yang syar’i? Begitu penjual menyapa kita,” ujar Ana, mahasiswa propgram S2 salah satu fakultas di Unmul Samarinda.

Ini, menurutnya lucu sekaligus aneh, sebab yang namanya jilbab atau hijab itu semestinya semuanya syar’i, bukan untuk model tertentu saja.

“Kalau ada hijab yang syar’i, logikanya ada juga ayng tidak syar’i donk,” ujar karyawan yang mengaku berhijab sejak masih awal kuliah program S1.

Hijab model syar’i yang disebut kalangan pedagang busana muslimah ini, merupakan jilbab terusan yang panjang hingga menutup bagian rambut, dada sampai depan perut. Bahkan karena panjangnya bisa berfungsi sebagai mukena bagian atas.
Kamis, 02 Juli 2015

Lebaran 2015 Berpotensi Berbeda


Penetapan Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 2015 berpotensi berbeda antara organisasi kemasyarakatan Islam yang satu dengan yang lain maupun dengan pemerintah.

Hal itu disebabkan perbedaan di dalam menetapkan tanggal 1 Syawal 1436 H yang merupakan hari Idul Fitri setelah berakhirnya bulan Ramadhan.

Sekretaris Lajnah Falakiyah PBNU H Nahari Muslih di Jakarta, Rabu (1/7/2015) malam, mengatakan, posisi hilal atau bulan sabit pada tanggal 29 Ramadhan saat diadakan rukyatul hilal (pengamatan terhadap bulan sabit muda) tahun ini sangat tipis sehingga kemunginan tidak berhasil dilihat.

"Posisi hilal sangat tipis, hanya tiga derajat, sehingga ada potensi berbeda. Sangat susah melakukan rukyatul hilal pada posisi seperti itu. Sementara yang berpatokan pada hisab (hitungan) menetapkan standar berbeda-beda, seperti antara Muhammadiyah dan Persis," kata dia seperti dikutip Antara.

Muhammadiyah telah memutuskan bahwa tanggal 1 Syawal 1436 H jatuh pada hari Jumat (17/7/2015). Dengan demikian, bulan Ramadhan tahun ini hanya 29 hari menurut Muhammadiyah.

Sementara NU, seperti biasanya, mendasarkan penetapan 1 Syawal pada rukyatul hilal. Meski di dalam penanggalan NU berdasar hitungan 1 Syawal 1436 H jatuh pada 17 Juli, tetapi tidak serta merta tanggal itu ditetapkan sebagai hari Idul Fitri.

Tidak tertutup kemungkinan NU menggenapkan Ramadhan 30 hari jika tim rukyat yang disebar di sejumlah daerah tidak berhasil melihat hilal.

Di Indonesia, perbedaan Hari Raya Idul Fitri sudah beberapa kali terjadi, tetapi tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.
Minggu, 10 Mei 2015

XL akan Bikin Data Center di Balikpapan

XL akan Bikin Data Center di Balikpapan - XL akan membangun sebuah data center anyar yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur. Pembangunannya diharapkan akan bisa dimulai sebelum tahun 2015 ini berakhir. Pemilihan Balikpapan sebagai lokasi data center ini karena Kalimantan merupakan wilayah yang terbilang bebas dari jalur gunung api serta gempa.

Ini adalah data center XL yang ke-4, setelah Surabaya, Jakarta, dan Pekanbaru. Untuk data center, saat ini XL memiliki setidaknya 2.300 rak yang tersebar di bangunan dengan total luas sekitar 12 ribu meter persegi, dan total lahan sekitar 19 ribu meter persegi, yang tersebar di beberapa lokasi.

"Saat ini cukup banyak korporasi di Indonesia yang masih menggunakan Data Center yang ada di luar negeri, antara lain di Singapura," ujar Chief Digital Service Officer (CDSO) XL, Yessie D Yosetya, dalam keterangan, Minggu (10/5).

Menurut Yessie, hal itu sangat disayangkan karena banyak outgoing traffic, dan ada biaya yang harus dibayar ke negara lain. "Inilah yang mendorong XL untuk menyediakan layanan Data Center berstandar tinggi. Kami percaya, dengan tiga sertifikat yang baru kami miliki ini, infrastruktur layanan Data Center XL menjadi setara dengan yang ada di luar negeri," tambah Yessie.

Ke-3 data center tersebut baru-baru ini mendapatkan sertifikasi internasional untuk kualitas layanannya. Sertifikasi itu adalah ISO/IEC 27001, ISO/IEC 20000-1, dan sertifikat Tier III. Selain itu, data center milik XL ini berstatus sebagai Neutral Data Center. Artinya, penggunanya tetap bisa memakai data center tersebut meski tak menggunakan koneksi dari XL.

Fasilitas berstandar internasional tersebut antara lain adalah adanya ratusan kamera pengawas yang memonitor semua aktivitas yang ada. Selain itu ada juga fasilitas fire suppression system yang ditempatkan di setiap lantai.

Untuk memonitor suhu, XL mengoperasikan fasilitas pendingin dengan standar Redundant Precision Air Conditioning, yang juga bisa memonitor kelembapan. Pemilihan lokasinya pun berada di dekat fasilitas umum seperti bandara dan kantor kepolisian.
Sabtu, 23 Maret 2013
Kegiatan Bedah Rumah di Balikpapan Mengalami Keterlambatan

Kegiatan Bedah Rumah di Balikpapan Mengalami Keterlambatan

Kegiatan Bedah Rumah di Balikpapan Mengalami Keterlambatan - tribunkaltim.co.id- Program bedah rumah yang direncanakan oleh Pemerintah kota pada tahun 2013 ini tampaknya akan sedikit mengalami keterlambatan dalam soal eksekusi di lapangan.

Pasalnya Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) sebagai pihak yang menjadi pelaksana kegiatan ini perlu sedikit merevisi laporan untuk pengeluaran anggaran di Pemerintah Kota.

Kepala DTKP Kota Balikpapan Muhaimin mengatakan sumber kesalahan itu sebenarnya terletak pada pencantuman nomenklatur atau penamaan unit kegiatan yang disusun oleh pihaknya sebelum pengesahan APBD kemarin.

Dalam nomenklatur yang diajukan kebagian anggaran itu tertulis kegiatan bedah masuk dalam program belanja modal di APBD 2013.

Seharusnya berdasarkan kajian yang dilakukan sesudahnya kegiatan bedah rumah masuk kedalam kegiatan pengadaan barang dan jasa karena unit yang dibelanjakan diserahkan kepada penghuni rumah bersangkutan bukan menjadi aset daerah

"Bedah rumah kita terlambat pelaksanaan kegiatanya karena ada kesalahan nomenklatur jadi harusnya bedah rumah itu masuk di penjabaran barang dan jasa karena diserahkan ke penghuni rumah,kemarin di DPA kita tertulis belanja modal karena kalau belanja modal harus jadi aset," katanya.

Namun Muhaimin menjanjikan program bedah rumah tak akan tertunda telalu lama, karena pihaknya sudah mengajukan revisi nomenklatur tersebut kepda pihak legislatif sejak Seminggu kebelakang.
Burung Cucakrowo Senilai Rp 45 Juta Raib

Burung Cucakrowo Senilai Rp 45 Juta Raib

Burung Cucakrowo Senilai Rp 45 Juta Raib - Burung Cucakrowo apalagi yang sudah "jadi", istilah buat burung yang sudah pandai bernyanyi dan merespon siulan, memiliki nilai jutaan rupiah. Tak sedikit penyuka burung rela merogoh kocek lebih dalam demi memiliki burung cucakrowo yang bersuara merdu.

Satu di antaranya adalah Muhammad Nur, warga cluster Vancouver,Perumahan Balikpapan Baru. Namun, Sabtu (23/3/13) dini hari, tiga ekor burung cucakrowo \senilai Rp 45 juta yang disimpan di teras rumah di lantai III, raib berikut sangkarnya.

Dari rekaman CCTV terlihat seseorang mengeluarkan burung tersebut dari sangkar masing-masing dan menggabungkannya dalam satu sangkar. Kemudian melempar sangkar tersebut ke luar rumah.

"Dari rekaman CCTV, kejadiannya jam 3.50 pagi. Kebetulan semalam saya baru pulang dari Bontang. Sampai di rumah jam 2 pagi. Saya langsung tidur dan baru terbangun sekitar pukul 7.30. Diberitahu istri saya, bahwa rumah kemasukan maling. Sebab, dia liat jendela depan dibongkar," ungkap Nur di Polres Balikpapan.(*)

Balikpapan Bisa Terkena Tsunami

Balikpapan Bisa Terkena Tsunami - Stigma kota Balikpapan yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang relatif aman dari tsunami dan gempa bumi pupus sudah, seiring dengan penetapan yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai salah satu daerah yang rawan dari bencana alam.

Kabar mengejutkan dari lembaga Pemerintah itu didapat setelah beberapa anggota dewan dan perwakilan dari Pemerintah kota berkunjung ke kantor BNPB pekan lalu.

Kepala Bapedda Kota Balikpapan Suryanto yang ikut serta dalam kunjungan tersebut mengungkapkan beberapa hal mendasari penetapan dari BNPB mengapa kemudian Balikpapan dimasukan dalam peta rawan bencana di Indonesia.

Salah satunya berkaitan dengan perubahan iklim dan struktur geologi yang menyebabkan terjadinya sedikit pergeseran lempeng bumi sehingga diwaktu-wakatu kedepan wilayah ini juga bisa terkena dampak langsung bencana alam seperti tsunami.

"Wajar kalau dewan dan eksekutif ingin mencari apa yang menjadi pertimbangan ternyata memang mereka menetapkan dari perubahan iklim, struktur geoelogi dan sebagainya pokoknya agak teknis sehingga memutuskan Balikpapan ini rawan bencana," katanya.

Keluarnya penetapan ini tentu saja cukup mengejutkan, pasalnya meski wilayahnya dilewati oleh garis pantai, Balikpapan dianggap cukup aman dari aktivitas gunung berapi termasuk gempa bumi dan tsunami.

Kondisi itu juga diperkuat oleh pendapat para ahli seperti dari ITB yang juga menyebutkan pulau Kalimantan termasuk Balikpapan didalamnya termasuk aman dari bencan alam yang disebakan oleh aktivitasgeologi dan vulkanologi.
Minggu, 17 Februari 2013

Bandara Sepinggan di Persimpangan Strategis Jalur Perhubungan Internasional

Bandara Sepinggan di Persimpangan Strategis Jalur Perhubungan Internasional
Oleh: Edwin Noviansyah Rachim
PNS Biro Setda Provinsi Kaltim

Kalau kita melihat peta nasional, bahwa Provinsi KalimantanTimur khususnya Balikpapan itu berada pada posisi bumi Indonesia yang dari segi perhubungan laut berada pada jalur pelayaran Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang menghubungkan ke laut arah Pulau Jawa dan melalui Selat Sumba terus ke Perairan Hindia dan Perairan Australia.


DALAM Deklarasi Djuanda 1957 yang disebut The Right Innocent Passage atau corong tengah lintas damai juga berarti terbuka untuk alur pelayaran nasional dan internasional, celah ini menjadi sangat penting jika dihubungkan dengan alur pelayaran laut di arah utara yang menuju ke arah Kepulauan Philipina dan Laut Cina Selatan. Bahkan sejak dahulu kala timbul semacam pomeo (anggapan) bahwa jika dahulu kala armada tentara Khublai Khan yang akan menyerbu kerajaan Singosari di Jawa Timur tidak dihancurkan badai di Laut Cina Selatan dan berhasil memasuki celah Makassar ini maka sejarah kota-kota di sepanjang Selat Makassar ini tidak seperti sekarang ini.


Kini dengan semakin padatnya celah alur pelayaran di Selat Malaka, maka hubungan utara dan selatan di dunia melalui celah Makassar terus ke Australia akan semakin dimungkinkan, berarti perspektif perkembangan kota-kota di sepanjang jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II semakin tumbuh dan berkembang.


Ditinjau dari perhubungan udara, jika Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan diperbesar juga termasuk Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar dan Bandara Sam Ratulangi Manado maka jalur perhubungan internasional dari belahan dunia bagian utara seperti Amerika terus Honolulu, Biak, Denpasar akan merubah alur penerbangan bisnis dari Amerika, Honolulu, Balikpapan dan Denpasar demikian juga alur penerbangan Tokyo, Biak, Denpasar menjadi Tokyo, Balikpapan dan Denpasar begitu juga dengan alur penerbangan domestik dari Balikpapan.


Jadi dari segi perhubungan laut dan udara terlihat betapa penting dan strategisnya kedudukan Bandara Internasional Sepinggan di Balikpapan, serta pengaruhnya terhadap Kota Balikpapan sebagai magnet pertumbuhan yang sangat kuat untuk Provinsi Kalimantan Timur secara keseluruhan.


Daerah-daerah hinterland Kota Balikpapan, seperti Kota Samarinda, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser akan terpacu oleh magnet pertumbuhan ini.


Hal ini dapat dibayangkan dengan diperbesarnya Bandara Internasional Sepinggan, maka Kota Balikpapan akan berkembang sebagai kota transit yang merespon tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi seperti industri perhotelan yang besar, lapangan golf yang bertaraf internasional karena selama ini banyak pegolf dunia yang harus antri demikian lama untuk bermain di negaranya sendiri seperti Jepang, Korea, dan Amerika.


Jadi dengan demikian dengan dibangunnya lapangan golf bertaraf internasional merupakan daya tarik tersendiri dan merupakan Investasi yang tepat dan tidak sia-sia serta akan mendukung kegiatan perekonomian dan pariwisata. Apalagi saat ini di Kota Balikpapan telah berdiri rumah sakit bertaraf internasional karena salah satu syarat untuk berkembangnya suatu wilayah yaitu harus adanya rumah sakit besar yang mampu berperan sebagai Top Reveral Hospital (Rumah Sakit Rujukan) dan lembaga pendidikan yang terkenal seperti Institut Teknologi Kalimantan (ITK) hal ini semakin diperkuat dengan kedudukan Kota Balikpapan sebagai kota industri.


Yang menjadi masalah sampai saat ini adalah pertama energi listrik yang kurang mendukung, dan kedua, sarana air bersih (PDAM) yang sangat tergantung kepada Waduk DAS Manggar yang hanya mampu bertahan sekitar 6 bulan tanpa hujan, karena terbatasnya daerah resapan air seperti hutan lindung, sedangkan untuk Pertamina dipenuhi dari aliran Sungai Wain yang juga mampu menyuplai selama 6 bulan tanpa hujan dalam musim kemarau.


Jadi solusi yang dibutuhkan dalam saat ini adalah dengan menarik air baku untuk suplai PDAM Balikpapan dari Sungai Mahakam di Kota Samarinda atau Sungai Kandilo di Kabupaten Paser. Jika hal ini tidak dilakukan maka sangat mustahil Kota Balikpapan bisa berkembang sebagai kota industri, perdagangan, jasa, pariwisata dan transit, karena jika Balikpapan maju maka kota-kota di wilayah hinterland-nya juga akan ikut maju.

Disamping itu dalam program jangka panjang mungkin saja Kota Balikpapan juga akan dipertimbangkan sebagai wilayah kota di Indonesia bagian tengah dijadikan sebagai ibukota negara dan pusat pemerintahan Republik Indonesia selain Kota Palangkaraya di Provinsi Kalimantan Tengah, mengingat Kota Balikpapan juga berperan sebagai pintu gerbang Provinsi Kalimantan Timur. (*)