Parah!! Dokter Salah Diagnosis, Remaja Cantik Tewas Mengenaskan Derita Kanker - Sungguh malang nasib menimpa Georgia Marrison, gadis cantik asal Sheffield, Inggris.
Ia meninggal karena mengidap penyakit kanker mematikan. Penyakit itu sama sekali tak diketahuinya lantaran diduga salah mendiagnosis penyakit gadis usia 18 tahun tersebut.
Georgia sebelumnya kerap muntah dan jatuh sakit ketika menempuh ujian level A. Tapi ketika ia berkonsultasi dokter, penyakit tersebut terkait anemia berat.
Dokter mengatakan kepada gadis tersebut, penyakit yang diderita karena keinginan Georgia menurunkan berat badan agar terlihat cantik dan modis.
Pada kenyataannya, dokter gagalmenyadari remaja itu menderita kanker perut yang membunuhnya hanya dalam tempo waktu dua bulan.
Diagnosis tragis Georgia akhirnya terungkap hari H dia kuliah ke University of Sheffield jurusan Sastra Inggris.
Joanne (51) ibu Georgia mengaku, sangat menyayangkan diagnosis dokter yang salah terhadap penyakit yang diderita anaknya.
"Saya merasa ditinggalkan oleh dokter dan tak ada jalan kembali. Dokter berkata kepada Georgia: Georgia Anda sangat pucat. Aku tahu apa yang diinginkan gadis 18 tahun ingin selalu terlihat cantikd an langsing".
"Saya benar-benar terkejut dengan pernyataan dokter itu. Diagnosisnya mengatakan anak saya terkena diet anemia," ujar Joanne dikutip dari Metro, Minggu (31/5/2015).
Lebih lanjut disampaikannya, setiap rutin memeriksa kesehatan Georgia ke klinik tempat dokter itu bekerja, selalu mendiagnosis anemia berat. Dokter memberikannya resep obat untuk penyakti anemia, tapi Georgia terus muntah, berat badan turun, dan kerap pingsan.
"Dia (Georgia) terus muntah. Suatu hari dia berkata "ibu, apa yang bisa saya makan agar menyenangkan dan tidak muntah?
"Aku tahu anakku. Mungkin dia selalu ingin langsing. Tapi dia suka makan, dan tidak pernah kelebihan berat badan. Dia sehat," tukas Joanne.
Sampai akhirnya imbuh Joanne, Georgia memeriksa diri ke rumah sakit A & E dan betapa terkejutnya hasil medis mengatakam ada kanker di mata dan ovarium. Gadis ini juga menderita meningitis, efek samping yang jarang dari kanker.
Terkait hal tersebut ibu itu mengklaim, tidak mencari pembenaran anaknya bisa diselamatkan lebih dini andai penyakit kanker yang diderita Georgia sudah diketahui jauh hari sebelunmya.
"Tujuan utama saya adalah bahwa dia diabaikan. 'Jika dokter meremehkan diagnosis penyakit hanya karena pasien berusia 13, 19, atau 20, maka itu sangat salah. Georgia menakjubkan, dia tidak pernah menyusahkan kami dan humoris," ujar Joanne. (*)